Materi
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ILMU KALAM DENGAN ILMU LAINNYA
- Persamaan Ilmu Kalam, Ilmu Tasawuf dan Ilmu Filsafat
Ilmu Kalam, Ilmu Tasawuf dan Ilmu Filsafaf memiliki kemiripan dari segi objek kajian. Objek kajian Ilmu Kalam adalah Tuhan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan-Nya. Kemudian objek kajian filsafat adalah masalah ketuhanan di samping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada di ala mini. Sedangkan objek kajian tasawuf adalah Tuhan, dalam tasawuf dikaji bagaimana metode untuk mendekati Tuhan. Jadi dilihat dari objek kajiannya ketiga ilmu tersebut sama-sama membahas tentang Ketuhanan.
- Perbedaan Ilmu Kalam, Ilmu Tasawuf dan Ilmu Filsafat
Kemudian perbedaan antara Ilmu Kalam, Ilmu Tasawuf dan Ilmu Filsafat dapat dilihat dari tiga hal.
- Pertama, dari dasarnya. Dasar Ilmu Kalam adalah Al-Qur'an dan Hadist, artinya dalam Ilmu Kalam kebenaran di dapatkan melalui argumentasi-argumentasi naqliyah setelah itu barulah dikuatkan dengan akal. Kemudian dasar dari filsafat adalah akal yang digunakan untuk mengkaji berbagai hal secara radukal, integral, dan holistic. Sedangkan dasar dari tasawuf adalah argumentasi-argumentasi naqliyah yang dikuatkan bukan dengan akal tetapi dengan rasa.
- Kedua, dari tujuannya. Ilmu Kalam dikaji dengan tujuan untuk menguatkan keyakinan-keyakinan kebenaran agama yang dipertahankan melalui argument-argumen yang rasional untuk menangkal serangan dari agama lain yang dapat melemahkan umat Islam. Kemudian filsafat dikaji dengan tujuan untuk mendapatkan kebenaran dengan cara memberikan kebebasan kepada akal untuk menemukan kebenaran tersebut. Sedangkan tasawuf dikaji dengan tujuan untuk memperoleh cara dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.
- Ketiga, dari metodenya. Ilmu kalam menggunakan metode dialektika (jadaliyah) atau yang sering dikenal dengan dialog keagamaan. Sementara tasawuf adalah ilmu yang lebih menekankan rasa dari pada rasio. Ilmu tasawuf bersifat sangat subjektif, yakni sangat berkaitan dengan pengalaman. Sedangkan filsafat sebagai sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Metode yang digunakanpun adalah metode rasional. Oleh karenanya filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara radikal (mengakar), integral (menyeluruh) serta universal (mengalam), tidak merasa terikat oleh ikatan apapun kecuali oleh logika.